1. Kalsium (Ca)
- Ketersediaan dalam tanah: Kalsium (Ca) adalah unsur hara makro yang penting dalam tanah. Ketersediaannya dapat berbeda-beda tergantung lokasi dan jenis tanah.
- Fungsi dalam tanaman: Kalsium berperan dalam pembentukan dinding sel, pembentukan batang, dan pembentukan biji. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan gejala seperti bercak yang mengalami kehangusan, daun-daun yang gugur, dan kerontokan.
- Penambahan pupuk: Penambahan pupuk kalsium dapat membantu meningkatkan ketersediaan kalsium dalam tanah, sehingga memenuhi kebutuhan tanaman.
2. Magnesium (Mg)
- Ketersediaan dalam tanah: Magnesium (Mg) juga merupakan unsur hara makro yang penting dalam tanah. Ketersediaannya dapat berbeda-beda tergantung lokasi dan jenis tanah.
- Fungsi dalam tanaman: Magnesium berperan dalam proses fotosintesis, pembentukan karbonhidrat, lemak, dan senyawa yang dibutuhkan oleh tanaman. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan gejala seperti bercak yang mengalami kehangusan, daun-daun yang gugur, dan mengkerut.
- Penambahan pupuk: Penambahan pupuk magnesium dapat membantu meningkatkan ketersediaan magnesium dalam tanah, sehingga memenuhi kebutuhan tanaman.
3. Sulfur/Belerang (S)
- Ketersediaan dalam tanah: Sulfur/Belerang (S) adalah unsur hara makro yang penting dalam tanah. Ketersediaannya dapat berbeda-beda tergantung lokasi dan jenis tanah.
- Fungsi dalam tanaman: Sulfur berperan dalam sintesis protein, pembentukan enzim, dan sintesis hormon tanaman. Kekurangan sulfur dapat menyebabkan gejala seperti daun-daun yang gugur dan mengkerut.
- Penambahan pupuk: Penambahan pupuk sulfur dapat membantu meningkatkan ketersediaan sulfur dalam tanah, sehingga memenuhi kebutuhan tanaman.
embeddoc url=”https://elliafrida.blog.uma.ac.id/wp-content/uploads/sites/803/2024/06/MATERI-9.pdf”]